Toilet Training Aldebaran Part 1


Selain drama menyapih, kalau kita punya Batita, drama selanjutnya adalah drama toilet trainning alias lepas popok.

Kalau dari bayi udah dibiasain pakai popok sekali pakai atau pospak, pasti deh drama berikutnya adalah "bagaimana caranya ngelepas pospaknya?"

Masalahnya anak kan udah biasa banget pakai popok, pipis tinggal wer, mau pup juga tinggal ngeden aja, heheu.

Apalagi kalau daya serap si popok bagus, yaudah aja dia tambah gak ngerasa basah atau gak nyaman. Kecuali pospaknya udah penuh banget atau bocor.

Aldebaran sekarang udah 2 tahun 4 bulan, mulai saya coba lepas pospaknya kalau di rumah.

Sebenernya sih udah saya lakukan pas bulan Ramadhan kemarin, tapi karena bentrok sama lebaran, saya pakaikan lagi pospaknya karena terpaksa.

Masa iya entar dia pipis dan pup sembarangan di rumah nenek, atau di jalan pas lagi mudik. Yaudah lah jadinya selama sebulan (2 minggu sebelum dan setelah lebaran) Aldebaran saya pakaikan pospak lagi.


Begini Rasanya Kesundulan


Kata orang-orang, kalau hamil dalam jarak dekat, alias kakaknya masih pada batita, bahkan dibawah satu tahun, itu namanya kesundulan.

Entah diserap dari bahasa apa sih istilah "kesundulan" itu, bagaimana asal mulanya, akupun tak tahu menahu, tapi istilah ini udah sering aku denger di masyarakat baik off line mau pun on line.

Wkwkwk, masyarakat sekarang ada yang nyata ada yang gak nyata soalnya.

Bahkan, beberapa temen Blogger pun ada yang sering sharing pengalaman "kesundulannya" di blog. Ada yang masih punya batita 8 bulan udah hamil lagi, 6 bulan udah hamil lagi, ya pokoknya deketan deh. Aku sendiri, kalau ngitung jarak usia Al dan kehamilan, ini bedanya 21 bulan kalau ga salah. Pas sebentar lagi Al disapih sebenernya.

Baca juga: Aldebaran Mendadak Disapih


Over Exposed



**Over Exposed**


Eh bener gak ya itu nulisnya?


Wkwkwkw, maklum atulah buku dan kamus bahasa Inggris udah ratusan purnama gak disentuh.


Emmmm, tiba-tiba aja sih pengen nulis tentang ini, tentang Expose atau menampakan diri kita di medsos dengan berlebihan.


Sebenernya ini refleksi juga, jangan-jangan akulah orang yang mengekspos diri berlebihan di medsos selama ini, dan bikin orang yang baca eneg, mual, kunang-kunang dan kejang-kejang, heuuu maapkeeuunnn yaaaa.


Bad Moms


*Menjadi sempurna sama saja dengan bunuh diri secara perlahan-lahan*

Senin pagi kemarin gak sengaja nyalain FOX Movies, jam 7 pagi bukannya beberes malah nonton TV. Hahaha emak-emak zaman now yaaaa, ketauan dehh.

Heu tapi emang Senin pagi kemarin its so lazy day, karena hari Minggunya capek habis foto 4 produk buat direview di sosmed dan blog *belagu *pake diumumin.

#ParenTalk: Aldebaran Mendadak Disapih



Waktu tau hamil lagi, Aldebaran usianya sekitar 20-21 bulan, hampir dua tahun. Dan waktu itu memang aku kepikiran buat nyapih Aldebaran karena produksi ASI udah gak banyak, dan sebentar lagi mau masuk bulan suci Ramadan.

Pengalaman puasa tahun lalu, sambil menyusui itu rasanya capek banget. Lebih lelah ketimbang hamil (nanti aku mau nulis juga, rasanya puasa pas sedang hamil dan gimana tipsnya supaya tetep nyaman puasanya).

5 Tempat Wisata Alam di Magelang Yang Nggak Kalah Hits Dari Jogjakarta

Magelang tak hanya memiliki Candi Borobudur yang megah dan merupakan salah satu warisan dunia yang harus dilestarikan. Kota yang berada di antara Jogjakarta dan Semarang ini juga punya banyak tempat wisata seru, yang beberapa di antara selama ini dikenal sebagai bagian tur dari wisata ke Jogja.

Dengan lokasi yang berbatasan langsung, nggak heran kalau banyak wisatawan yang salah memahami batas wilayah. Nah, biar kamu nggak ikutan salah paham juga, simak yuk tempat-tempat wisata di Magelang yang nggak kalah ngehits dari Jogjakarta dan sedang ramai dikunjungi wisatawan sepanjang tahun 2018 ini.

Ketep Pass

(wisatamagelang.com)

Melihat puncak Gunung Merapi dan Merbabu dari jarak dekat tanpa perlu naik gunung, di sinilah tempatnya. 

Ketep Pass.

Hamil Sambil Mengasuh Batita



Hamil sambil mengasuh batita gak pernah terbayangkan sebelumnya oleh saya. Anak kedua lahir setelah Kakak Kifah berusia 5 tahun, udah agak dewasa, lebih mandiri dan tentunya gak selalu nempel terus sama mamahnya.

Beda dengan hamil yang sekarang, Aldebaran masih 21 bulan pas tau saya hamil. Masih nempel, masih digendong-gendong, dan masih menyusui ASI juga.

Jujur, yang paling bikin galau adalah Al masih menyusui. Memang sih, saya merasa kok kuantitas ASI 3 bulan terakhir ini menurun drastis, tapi saya belum curiga kalau saya sedang hamil lagi. Saya pikir oh mungkin karena Al tambah gede dan makin banyak konsumsi ASInya.

Ketika tahu saya hamil, barulah tersadar bahwa produksi ASI menurun karena memang hormonnya terganggu, karena ada janin lagi yang berkembang di dalam rahim.

Baca juga: Rezeki Tak Terduga

Cerita Khitan Kifah



Cerita Khitan Kifah

Alhamdulillah, hari ini tepat 2 minggu sudah Kifah dikhitan. Oh begini ya rasanya emak-emak yang sudah melalui proses khitan anak. Hihihi. Awalnya sih biasa aja, tapi mendekati hari H kemarin, ada rasa deg-degan juga, takut Kifah batal gak mau pergi ke klinik, Kifah sakit dan rewel, atau lukanya susah sembuh.

Awalnya, Kifah dadakan banget minta dikhitan. Ga ada rencana sama sekali buat ngekhitan Kifah diliburan semester kemarin.

Tapi cerita berawal dari Kifah yang liat anak tetangga dikhitan di sunnatan masal.

Sebut saja nama anak itu adalah Arif. Hahaha emang namanya Arif deng, *Tetty tidak kreatif.