Bad Moms


*Menjadi sempurna sama saja dengan bunuh diri secara perlahan-lahan*

Senin pagi kemarin gak sengaja nyalain FOX Movies, jam 7 pagi bukannya beberes malah nonton TV. Hahaha emak-emak zaman now yaaaa, ketauan dehh.

Heu tapi emang Senin pagi kemarin its so lazy day, karena hari Minggunya capek habis foto 4 produk buat direview di sosmed dan blog *belagu *pake diumumin.



Eiaahahaa intinya capek deh Senin pagi kemarin, jadi nonton TV aja dulu sebelum jadi koki, cleaning service, nanny, dan lain sebagainyah.

😁😁😁

Udahnya mah lagi hamil, ga usah ngoyo, ga usah perfeksionis, masih ada hari esok buat beberes, masih ada aplikasi go food, go clean, go massage, dan teman-temannya, wkwkwk. Alasyaannn.

Pas nyalain TV pas banget ada judul film "Bad Moms" hmmm judulnya kok begini amat ya, awalnyaaaa sih mikir gitu.

Pemerannya ada 3, tepatnya 3 emak, Amy, Kiki, dan Carla. Mereka ini wali murid di sebuah sekolah, jadi anak mereka ini sekolah barengan.

Suatu hari mereka rapat POMG (komite orang tua dan guru) di sekolah. Tapi whaattss, ketua POMG nya perfectionist banget.

Anak-anak harus ikut banyak ekskul, sekolah tanpa libur dalam satu tahun, pokoknya anak-anak sampe gak ada waktu buat jadi anak-anak saking sibuknya.

Dan "anehnya" si ketua POMG ini dapet banyak dukungan dari ibu2 yang lain, padahal sesungguhnya mereka udah muak banget untuk tampil perfect sebagai orang tua, jadi intinya mereka pura-pura atau terpaksa setuju demi dibilang atau dicap ibu yang baik.

Tapi beda sama Amy, Kiki, dan Carla.

Mereka justru sudah lelah dengan segala kepura-puraan sebagai seorang ibu.

Amy sebagai single parents (suaminya pergi kerena selingkuh)  selalu berusaha menjadi yang terbaik untuk anak-anaknya. Tapi dia cukup tertekan dengan gunjingan ibu-ibu lain yang seakan menganggap dia adalah ibu yang stress karena suaminya direbut orang.

Amy juga nikah muda, dia merasa gak cukup "hepi-hepi" di usia muda, jadi kadang ia meragukan dirinya, apakah dia udah ngurus anak dengan benar?

Kiki sang ibu yang penurut banget (sama suaminya), suaminya selalu minta dilayani, semua pekerjaan rumah ia yang kerjakan sendiri sampe stress karena anaknya masih kecil banget. Dan dia jadi beranggapan bahwa jadi ibu itu gak berhak buat me time semacam nonton di bioskop, belanja belanji, nyalon, dll. Saking setiap harinya dirundung pekerjaan rumah.

😢😢😢

Carla, yang juga single parent. Dia pun merasa kalau dia gak deket sama anaknya, apalagi dengan katakternya yang agak "centil" ia merasa dia mendidik anak dengan gitu-gitu aja.

Karena gemasshh dengan ulah Gwen, sang ketua POMG yang sok perfect itu, Amy dengan dukungan Kiki dan Carla mencalonkan diri sebagai ketua POMG yang baru, dan berencana untuk meraih dukungan ibu-ibu yang lain untuk menjadi ibu yang apa adanya, nggak dibuat-buat, be a real mom, not a perfect mom.

👏👏👏

Di film ini diceritain kalau seorang ibu (apapun pekerjaan dan kondisinya) pasti akan menemukan titik jenuh dan saat-saat ia udah ga bisa lagi pakai "topeng" untuk meraih gelar ibu yang baik, ibu yang sempurna, ibu yang hebat.

Dan di saat itu lah, seorang ibu butuh menjadi dirinya sendiri, dan berdamai dengan dirinya sendiri.

"Setiap ibu pasti pernah jadi ibu yang buruk untuk anaknya." Kata Amy, dalam pidatonya ketika menalonkan diri sebagai ketua POMG.

Pernah males bikin sarapan, pernah lupa nyetrika seragam, pernah lupa masukkin bekal ke tas anak, pernah lupa jadwal pelajaran anak, kaos kaki anaknya ilang melulu di sekolah dan lain sebagainya.

😌😌😌

"Every mom is a bad mom sometimes." Jadi jangan pernah merasa harus selalu tampil sempurna, akui aja kekurangan dan kesalahan yang pernah dibuat, dan berusahalah memperbaiki kesalahan atau kekurangan itu.

Karena jadi seorang ibu yang sempurna itu benar-benar sebuah kemustahilan.

Inti dari film ini membuat saya yakin untuk makin seloowww untuk menerima segala kenyataan menjadi seorang ibu. Dengan begitu banyak tantangan yang ada, menuntut diri jadi sempurna justru akan jadi bumerang buat diri sendiri.

Lelah Mak pake topeng terus mah. Hahaha.
Mending terima diri aja apa adanya. Karena setiap ibu pasti pernah punya kesalahan dalam pengasuhan anak-anaknya.

"Because we born to be real, not to be perfect"

**Film ini rilis tahun 2016. Recommended buat emak-emak yang mau me time.

👍👍👍

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia :)