Ketakutan-Ketakutan Menjelang Persalinan


Hamil dan melahirkan adalah moment "sakral" bagi seorang perempuan.

Pertama kali hamil dan melahirkan dulu, rasanya itu campur-campur. Ya aneh, ya amazing, ya seneng, ya takut. Termasuk takut ketika melahirkan atau bersalin nanti.

Waktu hamil anak pertama sih beneran blank, kira-kira lahiran nanti "ngapain aja". Dan beneran, waktu lahiran pertama kali itu rasanya huwaaaa banget. 

Semaleman perut sakit, dikirain diare apa gimana, ternyata itu mules-mules tanda mau mulai lahiran. Dan waktu mau ke bidan jadi ga bisa jalan dan terpaksa naik becak, padahal bidannya paling berjarak 100m dari rumah. Hahaha.


Nah, setelah punya pengalaman melahirkan di anak pertama, kirain di anak kedua dan ketiga, saya gak akan takut lagi.

Tapi ternyata ngga juga, karena udah tau "rasanya" saya jadi rada khawatir juga.

Apalagi anak pertama harus kena "guntingan" bidan. Duh, anak kedua langsung dag dig dug aja kan. Takut di "krek" lagi karena bayinya ga muat keluar.


Kalau saya resume, ketakutan apa saja yang saya rasakan menjelang persalinan, yaitu:

1. Takut Masuk Kondisi Gawat Janin

Beberapa temen bercerita kalau mereka terpaksa operasi sesar karena mengalami gawat janin. 

Ada yang bayinya ga mau keluar, ada yang pecah ketuban duluan, ada yang terlilit tali plasenta, dll.

Kalau denger dan baca cerita temen, hadeuh langsung deg-degan.

2. Takut Episiotomi alias pengguntingan di perenium

Karena udah pernah merasakan di persalinan anak pertama, saya jadi takut kalau kejadian lagi dipersalinan selanjutnya.

Yang bikin trauma itu adalah sakit pas digunting dan ketika penyembuhan. Saya bisa jalan enak dan udah gak ngerasa sakit itu sekitar satu bulanan. Sedangkan kalau tanpa pengguntingan paling cuma satu minggu ngilu-ngilunya.

3. Takut Lahiran Tengah Malam

Hahaha, entahlah saya gak mau lahiran malam-malam. Dan alhamdulillah sih, diijabah sama Allah SWT. Tiga kali lahiran itu siang (Dzuhur) dan yang ketiga kemarin itu Shubuh.

4. Takut Gak Kuat Ngeden

Ada yang cerita kalau saat lahiran, ngedennya cuma sekali dua kali.

Enak banget yaaa.

Kalau saya? Gak tau deh, gak keitung, ngedennya banyak. Wkwkwk.

Apalagi kadang ngedennya juga salah. Bidan bilang ngedennya di perut bawah, saya malah ngeden di leher. 

Wkwkwk, aduh paling susah ngatur konsentrasi buat ngeden.

5. Takut Lagi Gak Ada Suami

Ini juga, saya takut kalau lagi gak ada Abbiy di rumah. Gimana coba? Masa naik ojek. Soalnya tetangga pun banyaknya yang kerja kan kalau siang. 

Alhamdulillah, lahiran kemarin, Abbiy pas ada di rumah. Karena hari Sabtu, udah gitu Shubuh, alhamdulillah bisa ke bidan berdua sama Abbiy.

Sebenernya, ketakutan itu gak selamanya ada. Kadang datang dan kadang pergi.

Jadi ya gitu deh, kadang perasaan takut dan down, kadang semangat dan optimis.


Beberapa hal yang saya lakukan untuk menenangkan diri adalah:

1. Berdo'a

Iya, do'a adalah senjatanya orang muslim, dan Allah SWT pun sudah berfirman, "berdo'alah kepadaKu niscaya akan Kuperkenankan bagimu."

Berdo'a dengan sepenuh hati, untuk meminta kelancaran persalinan juga merupakan salah satu ikhtiar yang saya lakukan untuk menenangkan hati.

2. Sedekah

Salah satu manfaat sedekah adalah menolak bala. Dengan bersedekah, saya berharap segala bala/kondisi yang kurang baik saat persalinan nanti tidak akan terjadi, tentunya dengan izin Allah SWT.

3. Memberi Sugesti Positif

Memberi sugesti kepada diri bahwa sesungguhnya tubuh ini sudah dirancang sedemikian rupa untuk bersalin secara alami. 

Selain itu, sugesti kepada bayi di dalam rahim pun saya lakukan. Mengajaknya bicara agar sama-sama berjuang untuk saling bertemu dengan indah pada waktunya.


4. Meminta Do'a kepada Keluarga dan Teman

Semakin banyak orang yang mendo'akan, makin banyak peluang do'a yang diijabah oleh Allah SWT. 

5. Mempelajari Ilmu tentang Persalinan

Bukan dihindari, saya justru sering menonton video bagaimana persalinan alamiah itu terjadi. Banyak membaca, bagaimana agar bersalin lancar dan normal.

Selain itu, saya juga berikhtiar mengikuti kelas Yoga untuk ibu hamil. Di sana saya banyak belajar mengenai pernafasan, ketenangan, dan relaksasi tubuh.


Alhamdulillah, ketakutan pra persalinan memang bikin jantung dag dig dug. Tapi memang mau tidak mau tahap persalinan itu akan datang dan akan kita lalui.

Kuncinya memang dipersiapan, semakin kita siap, maka akan semakin mudah kita menghadapi proses persalinan tersebut.

***

Semoga yang sedang berdebar menunggu pertemuan dengan bayi mungil yang sudah menghuni rahim kita selama 9 bulan lamanya dimudahkan dan dilancarkan yaa.

Sehat dan selamat, ibu juga bayinya.


Amiinn amiinn yaa robbal 'alamiinnn

2 komentar

  1. Hamil pertama saya disuruh Caesar 2 minggu sebelum HPL karena bayi melintang. Belum sempat merasakan deg2an menikmati kontraksi mau melahirkan.

    Hamil kedua, bisa menikmati ketakutan2 itu, karena kekeuh mau mencoba Normal, tapi hasil akhirnya tetep SC lagi.😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Deg degannya emang beneran bikin up and down ya Mbak. Perjuangan sekali buat perempuan, udah ga bisa tidur tenang siang malam

      Hapus

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia :)