Do & Don't Ketika Liburan Bersama Anak-anak. Penting, tapi Kadang Suka Diremehin


Kalau denger kata liburan, siapa sih yang gak mau pergi liburan? pekerja kantoran, guru, pekerja pabrik, freelance, PNS,  termasuk emak-emak di rumah pun perlu liburan. Iya gak, Mak?

Walaupun katanya jajan ke mini market depan komplek sendirian aja udah termasuk liburan tuh buat para emak, hehehe.

Liburan, apalagi bareng keluarga, suami dan anak tercinta memang sangat dirindukan ya. Walaupun pada kenyataannya, liburan bagi emak-emak, apalagi yang masih punya bayi dan balita, hanya memindahkan kerempongan, dari rumah ke tempat wisata.
Jangan sampai deh punya ekspektasi berlebihan macam bisa leyeh-leyeh di pinggir pantai sambil main ombak atau foto-foto ala selebgram, yang ada kita jadi body guardnya anak-anak karena khawatir mereka terseret ombak, tenggelam, dan lain sebagainya.


Tapiiii, jangan khawatir Mak, kerempongan saat liburan bisa kita minimalisir dengan berbagai persiapan yang matang.

Berikut, tips liburan, do and don't ketika liburan bersama anak-anak ala Momtanoyo.

1. Siapkan rencana perjalanan dengan matang.

Hari ini, kita gak usah pusing lagi buat nyusun rencana perjalanan kita sekeluarga untuk pergi liburan. Tanya aja langsung sama mbah google.

Blogger yang nulis tentang tempat wisata, baanyaaakkk. Website pariwisata juga adaaa. Atau langsung cari informasi pakai aplikasi buat liburan macam Traveloka juga bisa.

Yang penting, rencananya matang bahkan sampai punya plan B, C, D, E, F, G, H, I, J.


Do: Buat rencana perjalanan sedetail mungkin, seperti alokasi waktu, jarak, akomodasi, dan lain sebagainya.

Agak males emang sih, udah kayak study tour anak sekolahan aja pake jadwal segala, tapi hal ini untuk meminimalisir kejadian tak terduga atau pun sesuatu yang sangat di luar rencana.

Iya kalau anak udah gede, semua bisa lebih santai, bahkan dadakan. Lah kalau punya Balita atau Bayi? nyiapin buat satu perjalanan aja butuh berjam-jam. Rewel pas mau berangkat lah, mau pup, pokoknya adaaa ajaaa aral dan tantangan yang menghadang tuh, mwahaha.

Dengan melihat sikon yang kayak gini, upaya mencegah kerempongan pasti akan lebih mudah terealisasi dengan rencana perjalanan yang baik dan matang sejak awal.

Don't: Membuat rencana perjalanan yang terlalu banyak atau istilahnya ngoyo.

Yaps. Liburan bareng anak-anak itu beda banget dengan liburan sendiri atau sama temen yang bisa muterin seluruh tempat wisata.

Saya lebih nyaranin, kalau liburan sama anak tuh gak terlalu banyak tempat wisata yang dikunjungi. Mending di satu atau dua tempat wisata, tapi menikmati.

Karena butuh effort yang besar untuk seorang emak, memindahkan anak-anak dari satu tempat ke tempat lainnya.

Belum laparnya, ngantuk, capek, moody, duuhh beneran deh, gak semudah itu Marimar membuat anak menuruti apa yang kita mau.


2. Catet Perlengkapan yang Mau Dibawa.


Do: Saya selalu nyatet barang apa aja yang harus dibawa pergi pakai kertas. Yang saya catet itu barang yang habis pakai dan gak habis pakai. Jadi, nanti pas kita mau pulang, si kertas itu bisa dicoret-coret, barang apa aja yang udah atau belum masuk koper.

Don't: Gak nyatet barang bawaan.

Kadang emang males sih, nyatetin barang itu, soalnya banyak juga lho. Keliatannya aja sedikit, tapi kalau udah ditulis itu lumayan banyak, apalagi barang anak-anak juga.

Tapi walau capek, nyatet barang bawaan itu meminimalisir banget barang yang ketinggalan dan hilang lho.

Macam charger atau Handsfree. Kan kecil tuh, biasanya nyelip. Atau mainan anak. Ini kadang suka lupa, gak diberesin. Tau-tau pas nyampe rumah, anak jerit-jerit karena mainan kesayangannya itu ketinggalan di kamar hotel atau di tempat wisata.

3. Obat Jangan Sampai Ketinggalan.


Do: Buat yang punya anak penderita Asma dan Alergi macam saya ini. Obat dan alat nebulizer gak bisa ketinggalan. Soalnya khawatir Asma Kifah kambuh dan posisi lagi jauh dari UGD/Rumah Sakit.

Don't: Bawa obat emang kadang suka disepelein juga, toh kalau anak sakit bisa beli obat di jalan. Mini market dan apotek.

Tapi saya pernah, karena nyepelein buat bawa sesuatu dan mikir bisa beli di jalan atau rest area, eh ternyata sepanjang jalan itu macet, gak bisa turun dari mobil.

Dan dari situ saya nyesel, apapun perintilannya, kalau bisa emang dibawa aja dari rumah.

4. Tempat Wisata


Do: Ketika kita memilih liburan bersama anak-anak, yang paling penting selanjutnya adalah pemilihan tempat wisata.

Jangan sampai karena obsesi orang tuanya, yang pengen foto di tempat yang lagi hits, kemudian "mengorbankan" keselamatan dan kenyamanan anak-anak.

Masih inget gak? Video viral anak-anak yang jatuh di pinggir jurang ketika sedang foto-foto?
Serem kan, bayanginnya.

Selain itu, saya dan suami kalau jalan-jalan lebih suka diam di suatu tempat lebih lama. Gak usah muterin tempat lain kalau memang gak memungkinkan.

Hampir sama sih kayak point ke satu. Ketika punya anak, dan sekarang anak saya 3 orang, saya lebih milih stay di satu tempat aja.

Mungkin kalau cuma bawa satu atau dua anak, masih bisa pergi ke beberapa tempat, apalagi kalau anaknya udah lumayan besar.

Sebenernya, beberapa waktu lalu, saya ngejanjiin Kifah dan adeknya buat berlibur ke pantai. Karena Kifah belum pernah ke pantai sama sekali.

Dan sampai sekarang saya belum memenuhi janji saya itu, huhuhu.

Salah satu destinasi pantai yang saya inginkan sebagai tempat berlibur adalah Pantai yang ada di Bali.

Kenapa Bali?

Satu, karena Kita semua belum pernah ke Bali kecuali Abbiy.

Dua, Kifah dan adik-adiknya belum pernah naik pesawat terbang. Kalau ke Pantainya di daerah Jakarta atau Banten, otomatis bakal naik mobil aja, gak naik pesawat, mwahaha.

Tiga, saya punya point dari sebuah Maskapai yang bisa diredeem untuk terbang gratis, dan salah satu destinasi yang sering promo adalah Bali. Dan kalau saya hitung-hitung, dengan meredeem points tersebut, saya bisa terbang ke Bali PP bareng suami dan anak-anak, asal getol nih nyari tiket promonya.

Selain bisa pergi ke Pantai, di Bali pun ada destinasi wisata lainnya yang tidak kalah seru dan menawan, seperti Bali Zoo dan Pura Luhur Uluwatu menggunakan Paket Wisata Uluwatu.

Pura Luhur Uluwatu merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Bali karena menawarkan wisata alam yang memikat.

Pura Luhur Uluwatu. Image by Traveloka

Pura ini ada diketinggian tebing setinggi 97 meter. Sehingga kita bisa melihat pemandangan laut yang sangat indah.

Selain itu, kita juga bisa melihat keindahan matahari yang terbit dan tenggelam, juga para peselancar yang sedang bermain menaklukan ombak.


Tapi catatannya adalah, ketika membawa anak apalagi anak yang masih balita sebaiknya kita lebih waspada. Makanya saya kadang lebih nyaman gendong anak, dibanding nuntun anak sambil jalan. Kecuali kakaknya yang udah gede ya, bisa jalan sendiri.

Pura Luhur Uluwatu berlokasi di Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung Bali.

Jam operasionalnya adalah pukul 07.00 WITA-18.30 WITA (Pura) dan 17.00 WITA-18.00 WITA (Tari Kecak).

Tiket masuk Rp.20.000 (dewasa) Rp. 10.000 (anak-anak) Rp. 100.000 (Tari Kecak).

Hal yang diperbolehkan di sini hanyalah mengambil foto atau gambar. Hal yang dilarang adalah berpakaian tidak sopan dan merusak bangunan yang ada di Pura atau di luarnya.

Don't: Pergi ke beberapa tempat wisata dan membuat anak-anak menjadi lelah.

Anak kalau udah lelah pasti deh rewel. Dan kalau orang tuanya juga lelah, ujung-ujungnya bakalan keos deh, trust me! Hahaha.

Makanya kalau lagi pergi atau main barenga n anak-anak tuh sebisa mungkin saya menjaga stamina dan mood anak-anak dan tidak lupa juga mood dan stamina saya sendiri dong.

Supaya kegiatan liburan tetep bisa berjalan menyenangkan. Anak senang, orang tuanya juga gak ikut uring-uringan.


5. Pilih Hotel yang Ramah Anak


Do: Banyak hotel yang ramah anak ya sekarang, sebisa mungkin pilih yang seperti ini. Yang ada play groundnya bahkan di dalam kamar hotelnya lho.

Baru-baru ini saya liat banyak info dan reviewnya di internet, dan jadi gak sabar buat nyobain hotel yang ramah anak kayak gini dan bikin reviewnya di blog.

Don't: Hotel yang gak enak ketika bawa anak, apalagi jumlahnya lebih dari dua. Hotel dengan kamar yang sempit misalnya, dan gak ada play ground atau kolam renang buat anak.

Pernah saya nginep sama anak-anak di hotel yang gak ada kolam renangnya. Beneran itu gak enak, kalau anak mulai bete, gak ada sarana buat main-main dan bikin mereka happy lagi.

***
Itu dia, Do and Don't ketika liburan bersama anak-anak. Kadang suka kita abaikan, dan kita anggap remeh tapi kadang hal remeh itulah yang menyelamatkan liburan kita lhooo. Anak gak rewel, suasana liburan bahagia selalu.


Kalau Emak, apa aja Do and Don't nya ketika liburan bersama anak? Sharing yuk di kolom komentar.

1 komentar

  1. wah ia nih mantap banget info dan tipsnya, kalau jalan bareng keluarga dan anak harus ikutan nih tips2nya hehe

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia :)