Cerita Mombassador SGM Eskplor: Mengajarkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini Kepada Si Kecil



Assalamu'alaikum Bunda, apa kabarnya hari ini?

Kalau saya dan keluarga alhamdulillah sehat, tapi badan emang seperti ngasih alarm buat istirahat dan banyak makan nih, udah berasa gak enak dan bersin-bersin, harus cepet-cepet dikasih asupan makanan bergizi tinggi nih nampaknya.

Di cerita Mombassador SGM Eksplor kali ini, saya mau sharing tentang mengajarkan pola hidup sehat kepada si kecil dan seputar gizi.

Bicara seputar gizi, tanggal 25 Januari 2020 kemarin, kita memperingati hari gizi nasional lho.


Hayooo, siapa yang gak sadar? Saya juga sebenernya gak terlalu ngeh, dan baru teringat lagi karena banyak postingan mengenai hari gizi nasional di timeline media sosial saya.

Bicara Gizi dan Si Picky Eater


Jujur, saya iri sekali dengan Bunda-bunda yang memiliki anak dengan nafsu makan yang sangat baik.

Makan sayur oke, protein suka, buah juga doyan, huhuhu senangnyaaa. Berbeda dengan anak pertama saya yang picky eater sekali. Makannya susah, gak nafsu dengan makanan, bahkan beberapa makanan ya dimuntahin lagi gitu, Bund.

Sedih kan ya liatnya. Rasanya kok gregetan banget, anak saya susah untuk makan-makanan yang bergizi.

Memang sih, seiring berjalannya waktu, anak saya belajar untuk makan makanan bergizi dan bervariasi, supaya gizinya terpenuhi. Apalagi ia sedang dalam masa tumbuh kembang.

Isi Piringku

Agar tidak sulit untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil, ada baiknya kita melihat pedoman isi piringku ketika memberi makanan kepada si kecil.

Apa saja isi piringku tersebut?

1. Setengah porsi piring berisi sayur dan buah.

2. Seperempat porsi piring berisi protein seperti daging, ikan, ayam, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan ragam protein lainnya.

3. Seperempat piring berisi karbohidrat seperti biji-bijian, gandum utuh, nasi merah, atau pasta. Roti dan nasi putih memiliki kadar gula tinggi, maka dari itu harus seimbang ketika mengonsumsinya.

4. Lengkapi dengan minyak sehat, seperti minyak zaitun, minyak jagung, minyak kanola, dan hindari minyak jenuh atau kolestrol tinggi.

5. Konsumsi air putih dan batasi konsumsi susu. 


Susu boleh dikonsumsi 2x sehari yakni bisa pada pagi saat sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Aldebaran sendiri mengonsumsi susu SGM Eksplor 3 Plus sekarang.

Sumber:
https://www.sarihusada.co.id/Nutrisi-Untuk-Bangsa/Kesehatan/Umum/Isi-Piringku-Beda-Usia-Beda-Kebutuhannya

Bagaimana Mengajarkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini?



Saya sendiri, berkaca pada anak pertama yang sangat picky eater, mulai mengenalkan pola hidup yang lebih sehat kepada anak kedua dan ketiga saya.

Alhamdulillah, mereka berdua tidak picky eater dan senang makan sayur dan buah.

Berikut adalah tips mengenalkan pola hidup sehat sejak dini kepada si kecil versi saya.


1. Mengenalkan varian makanan bergizi sejak mulai MPASI.

Ya, sejak MPASI, ragam menu makanan seimbang saya kenalkan kepada si kecil. Seperti pemberian karbohidrat, protein, sayuran, dan camilan berupa buah-buahan.

Pembiasaan ini alhamdulillah membuat mereka terbiasa mengonsumsi berbagai rasa makanan yang ada di rumah.


2. Tidak memberikan coklat dan permen.

Anak pertama saya mengenal "jajanan" coklat dan juga permen sejak kecil, maka dari itu dia kurang suka makan-makanan utama.

Maka dari itu, saya putuskan anak kedua dan ketiga tidak saya kenalkan jajanan, coklat dan permen sebelum usia mereka 3 tahun.

Alhamdulillah, mereka lebih suka makan dan pertumbuhan gigi menjadi lebih baik, tidak ada caries gigi, dan gigi berlubang.

3. Bangun pagi dan mandi minimal 2x sehari.

Banyak yang menyepelekan mandi dan bangun pagi, padahal pola hidup seperti ini akan terbawa hingga dewasa.

Selama saya sehat, saya selalu berusaha membuat mereka bangun pagi, kemudian mandi. Karena badan yang sehat adalah badan yang bersih dan jauh dari kuman.


4. Berolahraga bersama. 

Olah raga gak harus mahal dan susah, kadang saya mengajak anak-anak bermain bola bersama pada pagi atau sore hari.



Selain bermain bola, saya juga mengajak anak-anak bersepeda dan berenang di kolam renang umum.


Mereka sangat senang loh diajak olah raga seperti ini, karena anak usia dini itu memang paling suka diajak beraktivitas fisik.

5. Membuat camilan dan kreasi makanan.

Sebagai ibu, ya memang sudah tugasnya memberi dan menyajikan makana  untuk anak.

Dengan berbagai kreativitas, dan modal yang tidak mahal, saya mencoba berkreasi dengan makanan, agar anak-anak tidak bosan.


Membuat Tahu Tuna Sayuran



Salah satu menu kreasi camilan yang saya buat untuk keluarga di rumah yaitu Tahu Tuna Sayuran.

Tahu Tuna Sayuran ini sangat mudah dibuat dan rasanya juga enak.

Cara membuat Tahu Tuna Sayuran

Bahan:

200 gram Ikan Tuna giling/sudah diblender

15 Buah tahu coklat

1 butir telur

5 siung bawang merah

3 siung bawang putih

Daun bawang secukupnya

1 Buah Wortel

3-4 SDM Tepung Sagu

Garam dan Lada bubuk secukupnya

Cara membuat:

1. Aduk ikan tuna yang sudah digiling atau diblender dengan telur, dan sagu.

2. Ulek bawang merah dan bawang putih.

3. Masukkan bawang merah dan putih yang sudah diulek ke dalam adonan ikan tuna, bersama garam, lada, daun bawang yang sudah diiris kecil, serta wortel yang sudah diparut.

4. Aduk adonan hingga rata dan tidak encer. Jika terlalu encer masukkan sedikit tepung sagu.

5. Masukkan adonan ke dalam tahu, lalu kukus selama 15-20 menit.

6. Setelah matang, Tahu Tuna  Sayur digoreng hingga kecoklatan.

Itu dia resep kreasi andalan saya di rumah. Nah, kalau Bunda punya tips apa nih untuk mengajarkan pola hidup sehat kepada si kecil sejak dini?

Sharing yuk di kolom komentar :)

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia :)