Ayla: The Daughter of War [Review: Film yang Bikin Nangis Bombay]

 


Judul Film: Ayla: The Daughter of War


Film ini diadaptasi dari film dokumenter yang berasal dari kisah nyata antara seorang tentara Turki yang menyelamatkan anak kecil di Korea Selatan ketika pecah Perang Korea.


Terakhir kali saya nangis bombay ketika nonton film, adalah ketika nonton film Move to Heaven. Saya nangis sesenggukan ketika tau bahwa Han Ge Ru adalah anak yang ditemukan di dalam gorong-gorong ketika masih bayi, kemudian diadopsi.


Dan sekarang saya nangis lagi ketika nonton film Ayla, the daughter of war. Kisah nyata dari seorang tentara Turki yang dikirim untuk misi perdamaian, ketika pecah Perang Korea sekitar tahun 1950-an. Kemudian, salah satu tentara bernama Sulayman, menemukan seorang anak perempuan sendirian diantara jenazah orang tua dan juga penduduk desa. Semua itu terjadi akibat pembantaian pada Perang Korea.


Belajar Daring sampai Garing?

 


Assalamu'alaikum

 

Rasanya pengen nulis judul ini dari dulu, tapi apalah daya,  sekolah atau belajar daring, membuat ibu jadi sibuk luar biasa. Betape keteterannya ketika tabggal 16 Maret 2020 jadi tanggal pahit diumumkannnya BDR atau Belajar Dari Rumah, oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.


Saya rasa, yang syok pasti seluruh Indonesia ya waktu itu. Gagdet dan internet jadi alat tempur paling efektif untuk belajar. Efektifitasnya? belum tau sih, udah ada sekolah yang melakukan evaluasi, kah?


Kalau baca di berita, sih, justru miris. Banyak murid yang kehilangan kesempatan belajar karena kendala yang banyak. Mulai dari gak ada gadget, internet, dan pandemi ini justru memukul ekonomi keluarga mereka jadi semakin sulit, bukan? Boro-boro punya gadget.