Belajar Daring sampai Garing?

 


Assalamu'alaikum

 

Rasanya pengen nulis judul ini dari dulu, tapi apalah daya,  sekolah atau belajar daring, membuat ibu jadi sibuk luar biasa. Betape keteterannya ketika tabggal 16 Maret 2020 jadi tanggal pahit diumumkannnya BDR atau Belajar Dari Rumah, oleh Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim.


Saya rasa, yang syok pasti seluruh Indonesia ya waktu itu. Gagdet dan internet jadi alat tempur paling efektif untuk belajar. Efektifitasnya? belum tau sih, udah ada sekolah yang melakukan evaluasi, kah?


Kalau baca di berita, sih, justru miris. Banyak murid yang kehilangan kesempatan belajar karena kendala yang banyak. Mulai dari gak ada gadget, internet, dan pandemi ini justru memukul ekonomi keluarga mereka jadi semakin sulit, bukan? Boro-boro punya gadget.


Temen juga sempet cerita, banyak yang putus sekolah karena sekolahnya di kampung. Gak ada koneksi dan komunikasi antar sekolah dan murid (wali murid). Guru inisiatif datang ke rumah muridnya seminggu sekali, walau dengan susah payah, mengusahakan tatap muka.


Hari ini, sekolah mulai dibuka kembali. Tatap muka atau sekolah off line kembali diberlakukan. Sepertinya semua unsur 'sudah tidak tahan'. Sekolah dengan protokol kesehatan 5 M terus digalakkan. Yang penting murid dan guru bisa bertemu, kejar-kejaran dengan kurikulum yang masih tertinggal jauh.


Menuliskan ini buat sejarah, bahwa Kifah pernah naik kelas 4 sengan sekolah on line, dan naik kelas 5 pun sekolah on line, hanya sekarang tinggal Ujian Akhir Sekolah, datang ke sekolah melakukan ujian langsung ke sekolah. Tapi kalau liat postingan Buibu lain di Facebook dll sih masih ada yang ujian on line juga.


Entahlah, Blended Learning model begini akan jadi alternatif atau ngga? Blended atau PJJ dadakan pun nampaknya sulit, akhirnya Mendikbud buka suara juga untuk melakukan Sekolah Tatap Muka.

 

Corona oh Corona, cepet udahan dong, kita semua rindu hidup normal tanpa ketakutan. Anak-anak bisa belajar ke sekolah semestinya, gak harus Homeschooling dadakan, karena support system untuk Homeschooling itu juga luar biasa persiapan dan pelaksanaannya.

1 komentar

  1. Malah sekarang membludak lagi ya mbak corona.. Semoga kita bisa menjadi guru terbaik anak-anak di rumah. Stok sabar harus selalu diisi ulang ya mbak haha.. Makasihh sudah mampir ke blog saya.. salam kenal ya..^^

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia :)