Ayla: The Daughter of War [Review: Film yang Bikin Nangis Bombay]

 


Judul Film: Ayla: The Daughter of War


Film ini diadaptasi dari film dokumenter yang berasal dari kisah nyata antara seorang tentara Turki yang menyelamatkan anak kecil di Korea Selatan ketika pecah Perang Korea.


Terakhir kali saya nangis bombay ketika nonton film, adalah ketika nonton film Move to Heaven. Saya nangis sesenggukan ketika tau bahwa Han Ge Ru adalah anak yang ditemukan di dalam gorong-gorong ketika masih bayi, kemudian diadopsi.


Dan sekarang saya nangis lagi ketika nonton film Ayla, the daughter of war. Kisah nyata dari seorang tentara Turki yang dikirim untuk misi perdamaian, ketika pecah Perang Korea sekitar tahun 1950-an. Kemudian, salah satu tentara bernama Sulayman, menemukan seorang anak perempuan sendirian diantara jenazah orang tua dan juga penduduk desa. Semua itu terjadi akibat pembantaian pada Perang Korea.



Kiri (Ayla asli), Kanan (Ayla dalam film)


Singkat cerita, Ayla dirawat oleh Sulayman di camp tentara Turki. Awalnya Ayla sangat sedih, dan tidak mau bicara akibat trauma yang dalam akibat melihat orang tuanya terbunuh. Namun, lama kelamaan, ia bisa beradaptasi dengan keadaan barunya, yakni tinggal bersama para tentara Turki.


Baba Sulayman mengajarkan Ayla bahasa Turki melalui buku cerita


Ikatan batin Ayla dan Sulayman tentunya sangat terjalin kuat, bagai ayah dan anak. Ayla merupakan nama pemberian Sulayman, karena Ayla sendiri tidak tau siapa nama Koreanya. Sulayman pun dipanggil 'BABA' oleh Ayla, yang artinya ayah.


Bahkan, Ayla bisa berbahasa Turki, karena Sulayman dan teman-temannya sesama tentara mengajarkan Ayla bahasa Turki. Dan Ayla pun terbiasa mendengar percakapan berbahasa Turki.


Sulayman tentunya tidak bisa selamanya tinggal di Korea Selatan. Ia harus kembali ke negara asalnya, Turki. Namun, ia merasa berat ketika tau harus meninggalkan Ayla. Sulayman mencoba bernegosiasi agar Ayla bisa ia bawa ke Turki. Namun gagal, Ayla adalah anak dari tanah Korea, dan Korea harus tetap merawatnya dan menjaganya, apalagi ia adalah anak yatim piatu, korban peperangan.


Sulayman berjanji, ia akan menemui Ayla kembali suatu saat, namun hingga bertahun-tahun, Sulayman (dibantu istrinya yang sangat baik dan supportive) tidak berhasil menemukan Ayla. Hingga suatu saat, ada kesempatan Ayla bisa ditemukan, karena Korea ingin memperingati kerja sama yang terjalin antara Turki dan Korea Selatan saat pecah Perang Korea dahulu. Negara Turki mengirimkan tentara untuk membantu Korea Selatan.


Setelah 60 tahun lamanya, titik terang mulai muncul. Ayla berhasil ditemukan, dan Sulayman tentunya bisa bertemu dengan Ayla. 


Sangat mengharukan, 60 tahun lamanya terpisah, akhirnya mereka bertemu. Sulayman berjanji, sebelum ia mati, ia harus menemukan Ayla, janji itu pun terlaksana sudah. Mereka bertemu dengan sangat haru.


Walaupun kisah ini terlihat 'sederhana', adegan demi adegan film ini sangat membuat hati haru dan tak kuat untuk tidak menangis. Ayla kecil yang diasuh oleh seorang tentara, membuat hati kita semakin meleleh, karena fakta bahwa cinta bisa lahir dari mana saja, dari siapa saja, tidak mengenal ras, suku, agama, dan lainnya.


Memang, melihat anak korban perang itu sangat membuat hati kita sedih, namun dibalik itu semua, ternyata menyimpan kisah kemanusiaan yang sangat mengharukan.


Rekomen sekali untuk ditonton, dan pliss siapkan tisu yang banyak yaaa.


Poster asli filmnya



Filmnya bisa ditonton di: 


https://www.youtube.com/watch?v=TWEh2emqBf8




Film dokumenternya bisa ditonton di: 


https://www.youtube.com/watch?v=EZAsTY_zyCY



Selamat nonton, semoga terhibur dan diambil hikmahnya yaa :D

1 komentar

  1. Sedihnya pakai banget kalau settingnya peperangan yaa...
    Aku barusan liat judulnya di tempat nonton langganan. Ternyata tersedia gratis di youtube?
    Asik banget..

    BalasHapus

Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar, semoga kita selalu menjadi ibu yang bahagia :)