Featured Slider

Merencanakan Staycation Untuk Melepas Penat


Dikutip dari beberapa sumber, sebuah survei yang dilakukan terhadap dua ribu ibu rumah tangga di Amerika yang memiliki anak-anak berusia 5-12 tahun, menemukan bila pekerjaan Ibu rumah tangga membutuhkan jam kerja yang lebih panjang.

Bisa-bisa ibu rumah tangga sehari bekerja lebih dari 14 jam. Mereka akan bekerja dari pukul 6 pagi sampai jam 8 malam.

Selain itu, rata-rata para ibu rumah tangga hanya memiliki 1 jam 7 menit untuk dirinya sendiri setiap hari.

Menurut Casey Lewsi, pemimpin kesehatan dan gizi dari Welch’s, sebuah perusahaan jus dari Amerika Serikat, ibu rumah tangga tidak hanya memiliki beban kerja yang ketata, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan keluarga. Mulai dari membuat makanan sampai membersihkan rumah setiap hari.

Penelitian lain yang dilakukan pda tahun 2013 oleh ahli optik Jul_Eye, juga menemukan kalau daftar tugas ibu rumah tangga rata-rata terdiri dari 26 tugas yang mencakup dari belanja keperluan rumah.

Ibu rumah tangga mengatur makanan ringan, membuat sarapan, membersihkan rumah, sampai mengingat tanggal-tanggal penting.


Do & Don't Ketika Liburan Bersama Anak-anak. Penting, tapi Kadang Suka Diremehin


Kalau denger kata liburan, siapa sih yang gak mau pergi liburan? pekerja kantoran, guru, pekerja pabrik, freelance, PNS,  termasuk emak-emak di rumah pun perlu liburan. Iya gak, Mak?

Walaupun katanya jajan ke mini market depan komplek sendirian aja udah termasuk liburan tuh buat para emak, hehehe.

Liburan, apalagi bareng keluarga, suami dan anak tercinta memang sangat dirindukan ya. Walaupun pada kenyataannya, liburan bagi emak-emak, apalagi yang masih punya bayi dan balita, hanya memindahkan kerempongan, dari rumah ke tempat wisata.

Gak Sengaja 'Menyapih' Gadget dari Anak-Anak

Sudah berjuta artikel saya baca tentang anak yang kecanduan gadget. Tapi tetep aja saya belum bisa melepaskan gadget lebih utama tablet dan handphone buat anak-anak.

Memang sih bukan mainan utama, anak-anak juga gak kecanduan banget. Gadget dipake buat pengalihan isu aja, apalagi saya baru bersalin anak ketiga. Mau gak mau, Aldebaran (2,5 tahun) jadi suka saya kasih youtube buat mengalihkan perhatiannya, apalagi kalau saya lagi sibuk ngurusin bayi, dan gak ada yang bantu-bantu di rumah.

Ketakutan-Ketakutan Menjelang Persalinan


Hamil dan melahirkan adalah moment "sakral" bagi seorang perempuan.

Pertama kali hamil dan melahirkan dulu, rasanya itu campur-campur. Ya aneh, ya amazing, ya seneng, ya takut. Termasuk takut ketika melahirkan atau bersalin nanti.

Waktu hamil anak pertama sih beneran blank, kira-kira lahiran nanti "ngapain aja". Dan beneran, waktu lahiran pertama kali itu rasanya huwaaaa banget. 

Toilet Training Aldebaran Part 1


Selain drama menyapih, kalau kita punya Batita, drama selanjutnya adalah drama toilet trainning alias lepas popok.

Kalau dari bayi udah dibiasain pakai popok sekali pakai atau pospak, pasti deh drama berikutnya adalah "bagaimana caranya ngelepas pospaknya?"

Masalahnya anak kan udah biasa banget pakai popok, pipis tinggal wer, mau pup juga tinggal ngeden aja, heheu.

Apalagi kalau daya serap si popok bagus, yaudah aja dia tambah gak ngerasa basah atau gak nyaman. Kecuali pospaknya udah penuh banget atau bocor.

Aldebaran sekarang udah 2 tahun 4 bulan, mulai saya coba lepas pospaknya kalau di rumah.

Sebenernya sih udah saya lakukan pas bulan Ramadhan kemarin, tapi karena bentrok sama lebaran, saya pakaikan lagi pospaknya karena terpaksa.

Masa iya entar dia pipis dan pup sembarangan di rumah nenek, atau di jalan pas lagi mudik. Yaudah lah jadinya selama sebulan (2 minggu sebelum dan setelah lebaran) Aldebaran saya pakaikan pospak lagi.