Featured Slider

Pengalaman Bergabung di Komunitas Mombassador SGM Eksplor


Seringkali saya merasa dan mengamati, bahwa salah satu hal yang paling membuat ‘down’ seorang ibu rumah tangga adalah  hilangnya kepercayaan diri, kesempatan untuk berkembang, underestimate terhadap diri sendiri, kurang pergaulan dan lain sebagainya.

Hal itu lah yang saya rasakan dulu. Memilih tidak bekerja dan menjadi full time ibu rumah tangga mejadi tantangan tersendiri. Maka dari itu, saya sering share manfaat dari berkomunitas untuk mengembangkan diri untuk ibu rumah tangga.

Salah satu komunitas yang saya ikuti adalah komunitas Mombassador SGM Eksplor yang diprakarsai oleh SGM Eksplor dan Sari Husada sebagai wadah untuk saling berkomunikasi, mengembangkan diri dan apresiasi untuk para Bunda yang setia menjadi Bunda Generasi Maju SGM Eksplor.


Yuk Ikutan Klub Bunda SGM: Kumpulkan Poinnya Tukarkan Hadiahnya




Sebagai seorang ibu, memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil adalah hal yang utama.

Setelah si kecil lahir, ASI adalah pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya, dilanjutkan dengan Makanan Pendamping ASI (MPASI).

Setelah si kecil besar, salah satu hal yang saya lakukan untuk menambah nutrisi si kecil yang ada di dalam masa pertumbuhan dan perkembangan adalah dengan memberikan susu pertumbuhan, yang kaya gizi dan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi otak dan tubuh si kecil.

Merencanakan Staycation Untuk Melepas Penat


Dikutip dari beberapa sumber, sebuah survei yang dilakukan terhadap dua ribu ibu rumah tangga di Amerika yang memiliki anak-anak berusia 5-12 tahun, menemukan bila pekerjaan Ibu rumah tangga membutuhkan jam kerja yang lebih panjang.

Bisa-bisa ibu rumah tangga sehari bekerja lebih dari 14 jam. Mereka akan bekerja dari pukul 6 pagi sampai jam 8 malam.

Selain itu, rata-rata para ibu rumah tangga hanya memiliki 1 jam 7 menit untuk dirinya sendiri setiap hari.

Menurut Casey Lewsi, pemimpin kesehatan dan gizi dari Welch’s, sebuah perusahaan jus dari Amerika Serikat, ibu rumah tangga tidak hanya memiliki beban kerja yang ketata, tetapi juga harus memenuhi kebutuhan keluarga. Mulai dari membuat makanan sampai membersihkan rumah setiap hari.

Penelitian lain yang dilakukan pda tahun 2013 oleh ahli optik Jul_Eye, juga menemukan kalau daftar tugas ibu rumah tangga rata-rata terdiri dari 26 tugas yang mencakup dari belanja keperluan rumah.

Ibu rumah tangga mengatur makanan ringan, membuat sarapan, membersihkan rumah, sampai mengingat tanggal-tanggal penting.


Do & Don't Ketika Liburan Bersama Anak-anak. Penting, tapi Kadang Suka Diremehin


Kalau denger kata liburan, siapa sih yang gak mau pergi liburan? pekerja kantoran, guru, pekerja pabrik, freelance, PNS,  termasuk emak-emak di rumah pun perlu liburan. Iya gak, Mak?

Walaupun katanya jajan ke mini market depan komplek sendirian aja udah termasuk liburan tuh buat para emak, hehehe.

Liburan, apalagi bareng keluarga, suami dan anak tercinta memang sangat dirindukan ya. Walaupun pada kenyataannya, liburan bagi emak-emak, apalagi yang masih punya bayi dan balita, hanya memindahkan kerempongan, dari rumah ke tempat wisata.

Gak Sengaja 'Menyapih' Gadget dari Anak-Anak

Sudah berjuta artikel saya baca tentang anak yang kecanduan gadget. Tapi tetep aja saya belum bisa melepaskan gadget lebih utama tablet dan handphone buat anak-anak.

Memang sih bukan mainan utama, anak-anak juga gak kecanduan banget. Gadget dipake buat pengalihan isu aja, apalagi saya baru bersalin anak ketiga. Mau gak mau, Aldebaran (2,5 tahun) jadi suka saya kasih youtube buat mengalihkan perhatiannya, apalagi kalau saya lagi sibuk ngurusin bayi, dan gak ada yang bantu-bantu di rumah.